Kecamatan Karangsambung Perkuat Mitigasi, 11 Desa Siaga Hadapi Potensi Longsor Jelang Musim Hujan
Kecamatan Karangsambung Perkuat Mitigasi, 11 Desa Siaga Hadapi Potensi Longsor Jelang Musim Hujan
KEBUMEN - Kecamatan Karangsambung mengambil langkah proaktif dalam memperkuat ketahanan wilayah menghadapi potensi ancaman bencana alam. Sebanyak 11 desa di wilayah Kecamatan Karangsambung diidentifikasi memiliki kerawanan terhadap bencana tanah longsor seiring dengan akan datangnya musim penghujan.
Langkah mitigasi ini dibahas secara mendalam dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Longsor yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Candisari pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Karangsambung hadir mewakili Camat Karangsambung dalam forum strategis ini. Acara turut diikuti oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para camat, serta perwakilan kepala desa dari wilayah-wilayah yang masuk dalam zona rentan longsor.
Dalam forum tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan materi komprehensif mengenai peta kerawanan, langkah antisipasi, serta strategi penanganan darurat. Salah satu pemaparan materi inti disampaikan secara daring oleh narasumber dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung guna memberikan wawasan ilmiah dan teknis yang akurat bagi para pemangku kepentingan di tingkat lokal.
Penyusunan dokumen rencana kontingensi ini merupakan wujud komitmen bersama antara pemerintah daerah, kecamatan, hingga pemerintah desa dalam mewujudkan kesiapsiagaan yang terpadu, terarah, dan terukur dalam meminimalisir risiko bencana.
Menghadapi dinamika cuaca yang kian memasuki musim hujan, dihimbau kepada seluruh warga masyarakat, khususnya yang tinggal di 11 desa rawan longsor di Kecamatan Karangsambung, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Mari bersama-sama kita bangun budaya siaga bencana dengan mengenali potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal, menjaga sistem drainase, serta aktif berkoordinasi dengan aparat desa demi keselamatan bersama.
