Sosialisasi Pemulihan dan Penyimpanan Arsip Akibat Bencana Digelar di Disarpus Kebumen
Sosialisasi Pemulihan dan Penyimpanan Arsip Akibat Bencana Digelar di Disarpus Kebumen
KEBUMEN - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen menyelenggarakan Sosialisasi Pemulihan dan Penyimpanan Arsip Akibat Bencana pada Rabu, 23 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan dalam penanganan arsip yang terdampak bencana.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen dan diikuti oleh para arsiparis serta perwakilan dari 14 desa yang berpotensi terkena bencana. Peserta dari berbagai wilayah tersebut mendapatkan pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan, pemulihan, dan penyimpanan arsip apabila terjadi bencana.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Arsiparis Kecamatan Karangsambung, Kukuh, bersama satu orang perwakilan dari Desa Totogan. Kehadiran perwakilan desa diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan di tingkat pemerintahan desa, khususnya dalam menjaga arsip yang memiliki nilai penting bagi administrasi dan pelayanan masyarakat.
Sosialisasi tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga dilengkapi dengan simulasi penanganan arsip yang terdampak bencana. Melalui simulasi tersebut, peserta memperoleh pengalaman praktis mengenai tahapan penanganan arsip, mulai dari penyelamatan arsip yang terdampak hingga proses pemulihan dan penyimpanannya kembali.
Penanganan arsip pascabencana menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan administrasi pemerintahan. Arsip yang rusak akibat bencana tetap perlu ditangani secara tepat agar informasi yang terkandung di dalamnya dapat diselamatkan semaksimal mungkin.
Melalui kegiatan ini, Disarpus Kabupaten Kebumen mendorong para arsiparis dan pemerintah desa untuk memiliki kesiapan dalam menghadapi risiko bencana serta memahami prosedur penyelamatan arsip. Dengan kesiapsiagaan yang baik, kerusakan dan kehilangan informasi penting akibat bencana diharapkan dapat diminimalkan.
Kegiatan sosialisasi dan simulasi ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antara pengelola kearsipan, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa dalam mewujudkan pengelolaan arsip yang aman dan berkelanjutan.
